Konsumsi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh jenis mobil atau kapasitas mesin. Cara mengemudi, kondisi kendaraan, dan pola perjalanan sehari-hari juga dapat memengaruhi seberapa sering kendaraan perlu mengisi bahan bakar.
Di kawasan perkotaan, kondisi lalu lintas yang padat membuat mesin bekerja dalam pola stop-and-go. Karena itu, pengemudi dapat menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana untuk membuat perjalanan lebih efisien tanpa mengorbankan keselamatan.
Jaga tekanan ban
Tekanan ban yang sesuai rekomendasi pabrikan membantu kendaraan bekerja sebagaimana mestinya. Ban yang kurang angin dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar.
Hindari akselerasi dan pengereman mendadak
Perubahan kecepatan yang terlalu sering membuat energi terbuang lebih banyak. Mengemudi secara halus dengan menjaga jarak aman memungkinkan pengemudi mengantisipasi kondisi lalu lintas lebih baik.
Manfaatkan momentum
Ketika melihat lampu lalu lintas atau antrean kendaraan dari kejauhan, kurangi kecepatan secara bertahap daripada terus melaju kemudian mengerem keras. Cara ini juga membantu meningkatkan kenyamanan penumpang.
Lakukan perawatan berkala
Oli, filter udara, sistem pengapian, dan komponen lain perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan. Kendaraan yang kondisinya terjaga cenderung bekerja lebih optimal dibanding kendaraan yang perawatannya diabaikan.
Kurangi beban yang tidak diperlukan
Barang berat yang terus-menerus dibawa di dalam mobil menambah beban kendaraan. Rapikan bagasi dan keluarkan barang yang tidak dibutuhkan untuk perjalanan harian.
Gunakan AC secara bijak
Pendingin kabin membutuhkan energi dari mesin. Penggunaan yang wajar dan menjaga kondisi sistem AC tetap baik dapat membantu kenyamanan sekaligus menjaga efisiensi kendaraan.
Efisiensi bahan bakar pada akhirnya merupakan kombinasi dari kondisi mobil dan kebiasaan pengemudi. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membuat penggunaan kendaraan sehari-hari menjadi lebih hemat dan tetap aman.